
Wanita Bandung Kena Gagal Ginjal Kronis Stadium 5, Harus Cuci Darah Seumur Hidup
Kisah Perjuangan Seorang Wanita Melawan Gagal Ginjal
Seorang wanita asal Bandung harus menerima kenyataan pahit setelah didiagnosis mengalami gagal ginjal kronis stadium 5. Penyakit ini membuatnya harus menjalani cuci darah seumur hidup demi mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Gagal ginjal kronis adalah kondisi medis serius di mana fungsi ginjal menurun secara bertahap hingga tidak mampu lagi menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah. Pada stadium 5—yang merupakan tahap akhir—ginjal hanya memiliki kemampuan kurang dari 15% dari fungsi normalnya, sehingga penderita membutuhkan terapi pengganti ginjal seperti dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal.
Gejala Awal yang Sering Diabaikan
Wanita ini, yang enggan disebutkan namanya, awalnya mengalami beberapa gejala yang tampak ringan, seperti kelelahan, sering mual, serta pembengkakan di kaki dan wajah. Namun, karena kesibukan dan kurangnya pemahaman akan penyakit ini, ia mengabaikan tanda-tanda tersebut hingga kondisinya semakin parah.
“Saya sering merasa lemas, mual, dan wajah terlihat pucat, tetapi saya pikir itu hanya kelelahan biasa. Sampai akhirnya saya mengalami sesak napas dan bengkak parah di tubuh, baru saya memeriksakan diri ke dokter,” ujarnya.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, dokter mengonfirmasi bahwa ia mengalami gagal ginjal kronis stadium 5, yang berarti ginjalnya hampir tidak berfungsi lagi. Hal ini membuatnya harus menjalani cuci darah secara rutin, dua hingga tiga kali dalam seminggu, seumur hidupnya—kecuali jika mendapatkan donor ginjal untuk transplantasi.
Penyebab dan Faktor Risiko Gagal Ginjal Kronis
Gagal ginjal kronis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:
- Diabetes Mellitus – Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal.
- Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) – Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama bisa merusak jaringan ginjal.
- Penyakit Ginjal Polikistik – Penyakit bawaan yang menyebabkan munculnya kista di ginjal.
- Konsumsi Obat-obatan Tertentu dalam Jangka Panjang – Beberapa obat penghilang rasa sakit dan antibiotik dapat berkontribusi pada kerusakan ginjal jika digunakan secara berlebihan.
- Kurangnya Asupan Air dan Pola Hidup Tidak Sehat – Dehidrasi kronis dan konsumsi makanan tinggi garam serta rendah serat juga bisa meningkatkan risiko penyakit ginjal.
Harus Cuci Darah Seumur Hidup
Karena tidak adanya pilihan lain selain cuci darah, wanita ini harus menyesuaikan hidupnya dengan jadwal dialisis yang ketat. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan jarum ke dalam pembuluh darah, di mana darah akan dialirkan ke mesin dialisis untuk disaring sebelum dikembalikan ke dalam tubuhnya.
Meskipun cuci darah bisa membantu membuang racun dari tubuh, pasien tetap harus menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Asupan cairan juga harus dikontrol dengan ketat untuk mencegah penumpukan cairan berlebih yang dapat berbahaya bagi jantung dan paru-paru.
Harapan untuk Transplantasi Ginjal
Satu-satunya cara agar pasien gagal ginjal kronis stadium 5 bisa lepas dari cuci darah adalah dengan menjalani transplantasi ginjal. Namun, mendapatkan donor ginjal bukanlah hal yang mudah, terutama karena persyaratan kecocokan jaringan antara donor dan penerima sangat ketat.
Wanita ini berharap suatu hari nanti bisa mendapatkan kesempatan untuk menjalani transplantasi ginjal agar bisa kembali hidup lebih normal tanpa ketergantungan pada mesin dialisis. Namun, hingga saat itu tiba, ia harus tetap menjalani cuci darah dan menjaga kesehatannya sebaik mungkin.
Pentingnya Kesadaran Akan Penyakit Ginjal
Kasus yang dialami wanita ini menjadi pengingat bagi semua orang untuk lebih waspada terhadap kesehatan ginjal mereka. Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, mengontrol tekanan darah dan gula darah, serta menghindari konsumsi obat-obatan tanpa pengawasan medis adalah beberapa langkah penting dalam mencegah gagal ginjal.
Bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar dapat mendeteksi masalah ginjal sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih parah.