
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), sebuah perusahaan jasa penunjang tambang nikel, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Maret 2025. Pada debut perdananya, saham MINE mengalami lonjakan signifikan, mencerminkan antusiasme investor terhadap prospek perusahaan di sektor pertambangan nikel.
Detail Penawaran Umum Perdana (IPO)
Dalam proses IPO, MINE menawarkan 612.665.300 saham baru, yang setara dengan 15% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran ditetapkan pada rentang Rp 200 hingga Rp 216 per saham, dengan target perolehan dana mencapai Rp 132,33 miliar.
Rencana Penggunaan Dana IPO
Perusahaan merencanakan penggunaan dana IPO sebagai berikut:
- Sekitar 48% atau Rp 63,21 miliar dialokasikan untuk belanja modal, termasuk pembelian alat berat baru.
- Sebesar 11% atau sekitar Rp 14 miliar akan digunakan untuk akuisisi aset berupa tanah dan bangunan milik Sinjo Jefry Sumendap, Komisaris Utama sekaligus Pemegang Saham Pengendali MINE.
- Sisa dana akan digunakan untuk modal kerja perusahaan. bursa.nusantaraofficial.com
Profil Perusahaan
PT Sinar Terang Mandiri Tbk didirikan pada Desember 2004 dan beroperasi sebagai kontraktor jasa tambang nikel dengan lokasi operasional di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Weda, Maluku Utara. Perusahaan menawarkan layanan penunjang pertambangan berdasarkan perjanjian kontrak dengan berbagai pemberi kerja.
Prospek Bisnis
Dengan meningkatnya permintaan global terhadap nikel, terutama untuk industri baterai kendaraan listrik, MINE memiliki prospek cerah di sektor ini. Tambahan modal dari IPO diharapkan dapat meningkatkan kapasitas operasional dan memperluas pangsa pasar perusahaan.
Dengan pencatatan saham MINE di BEI, investor memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan industri tambang nikel Indonesia yang tengah berkembang pesat.